Apa yang terpikir kalau misalnya ada seorang gelandangan mengaku punya uang 2 milyar di tabungan. Mungkin kita tidak akan percaya. Tapi seorang relawan ternyata punya pemikiran yang berbeda seperti kisah berikut.
Diceritakan. Ada seorang gelandangan tua yang ditemukan mengalami penyakit mental. Ia sering melakukan keonaran dan keributan di sebuah kuil.
Suatu ketika, gelandangan itu tiba-tiba muncul di kuil tersebut dan mulai mencuri makanan di sana. Tapi tidak hanya mencuri makanan, ia pun mulai merusak dispenser air dan memukul orang-orang yang berusaha mencegahnya. Akhirnya, karena tidak tahan akan aksi gelandangan tersebut, masyarakat setempat pun melaporkannya ke polisi.
Tak diduga, ternyata ada seorang relawan yang mau membawa gelandangan itu ke rumah sakit jiwa. Awalnya, gelandangan tersebut sama sekali tidak mau berbicara dan hanya berkomunikasi dengan sang relawan melalui tatapan mata saja. Sang gelandangan juga selalu menolak bantuan dari relawan tersebut bahkan hadiah yang diberikannya dibuang begitu saja.
Siapa sangka, 2 tahun kemudian,gelandangan itu pun mulai membuka dirinya pada sang relawan. Gelandangan itu pun mengatakan pada si relawa kalau ia memiliki tabungan 2 milyar di bank.
Semua orang yang mendengarnya pun langsung tertawa mengejek dan tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakannya gelandangan itu. Tapi relawan ini berpikir hal yang lain.
Si relawan pun mulai menanyakan kenapa ia hidup gelandangan di luar kalau ia punya uang sebanyak itu. Akhirnya si gelandangan itu pun menjawab kalau ia sebenarnya kehilangan semua surat identitasnya dan akhirnya tidak bisa mengambil uangnya tersebut.
Referensi pihak ketiga
Si relawan pun akhirnya bersedia membantu untuk mengurus semua surat identitasnya kembali dan pergi ke bank di mana gelandangan tersebut menabung. Setelah semuanya diurus, buku tabungan itu pun akhirnya keluar dan betapa kagetnya si relawan tersebut melihat nominal yang terdapat di dalam buku tabungan gelandangan tersebut. Di luar dugaan, ternyata bukan cuma 2 milyar yang terdapat di dalamnya tapi hampir mencapai 7 milyar.
Si gelandangan itu pun tiba-tiba teringat dengan nomor kontak ayahnya dan meminta si relawan langsung menelepon sang ayah.
Ketika diangkat, sang ayah mengatakan kalau anaknya itu sudah lama hilang dan kabur dari rumah.
Sang ayah pun menangis sambil menceritakan kejadian yang dialami anaknya 6 tahun yang lalu.
Ternyata si gelandangan itu dirampok ketika ia pulang membawa tas yang berisi 2 milyar lebih dan semua kartu identitasnya pun hilang. Hal ini membuat ia cukup syok hingga akhirnya menjadi gila seperti ini.
Sang ayah juga menceritakan kalau anaknya itu dulunya sangat hemat karena gajinya sangat kecil. Saking hematnya, dia bahkan tidak mau keluar main atau pun bergaul dengan teman sebayanya.
Sang relawan pun akhirnya menanyakan gelandangan tersebut apakah ia mau pulang ke rumah orangtuanya.
Si gelandangan pun menjawab, "Iya, aku mau pulang, di rumah ada ayah kan? Aku mau pulang, bolehkan?"
Sang relawan pun menangis terharu karena akhirnya si gelandangan ini bisa menemukan kembali keluarganya.
Referensi pihak ketiga
Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.
Sumber: tribunnews.com

