Para juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga kompak menolak undangan tes membaca Alquran oleh Ikatan Dai Aceh (IDA) yang diselenggarakan pada 15 Januari 2019.
Andre Rosiade menilai masyarakat lebih membutuhkan hal substantif dari capres dan cawapres, salah satunya ialah tawaran program pengentasan masalah ekonomi.
“Yang dibutuhkan masyarakat itu soal apa sih tawaran empat orang ini? Untuk menyelesaikan problem ekonomi bangsa saat ini. Itu yang menurut saya yang lebih substansi mau dibahas masyarakat Indonesia saat ini,” ungkapnya, seperti yang dilansir di cnnindonesia.com (01/01/19).

kompas.com (Ferdinand Hutahaean)
Sementara itu, Ferdinand Hutahean menyebut masyarakat Indonesia mencari pemimpin yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan, bukan pemimpin yang pandai membaca Alquran.
“Kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa Indonesia sejahtera ekonominya. Rakyatnya adil dan makmur. Jadi bukan mencari pemimpin yang bisa membawa Alquran,” kata Ferdinand, seperti yang dilasir di kumparan.com (01/01/19).
Ketua IDA angkat bicara
Menyikapi adanya penolakan dari timses capres-cawapres, Ketua IDA, Marsyuddin Ishaq akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan kalau memang para capres dan cawapres merasa keberatan, pihaknya akan mengumumkan kepada masyarakat bahwa capres dan cawapres tidak bersedia datang.
“Dari awal telah disampaikan apa pun itu. Nantinya apakah disambut atau tidak, kami akan laporkan ke masyarakat. Kami akan sampaikan biar masyarakat membuat kelanjutan daripada usulan kami ini,” kata Marsyuddin, seperti yang dilansir di kumparan.com (01/01/19).

liputan6.com (para capres dan cawapres 2019)
Sebenarnya, lanjut Marsyuddin, undangan tes membaca Alquran ini bertujuan mulia, yakni untuk mengakhiri fitnah dan saling tuding antar capres dan cawapres yang paling Islami.
“Kami berpendapat untuk mengakhiri polemik saling klaim siapa pasangan calon paling Islami. Makanya ayo kita tes uji baca Alquran. Sebenarnya tujuan kami ingin mengkahiri fitnah, saling tuding di tengah masyarakat siapa calon yang paling Islami. Makanya kami usulkan itu,” jelasnya, seperti yang dilansir di kumparan.com (01/01/19).
Bagaimana pendapat Anda? Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.