Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengancam negara kepulauan Vanuatu yang terus mengusik kedaulatan teritori Indonesia. Dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum Ke-73 PBB di Markas Besar PBB New York, Kamis (28/9/2018), JK menyatakan Indonesia tidak akan tinggal diam dan siap melawan negara yang ingin merusak integritas teritorial NKRI.
Sebagai negara tetangga, Indonesia memilih untuk membangun hubungan persahabatan dengan Vanuatu, termasuk dalam menunjukkan solidaritas dan simpati selama masa-masa sulit. Sayangnya, tindakan itu dibalas dengan sikap bermusuhan dari negara kepulauan tersebut.
Wapres dilansir Kompas, Kamis (28/9/2018), tegas menyatakan Indonesia tidak akan tinggal diam. Indonesia tidak akan membiarkan negara mana pun merusak integritas teritorialnya. Termasuk juga kemungkinan meninjau hubungan diplomatik RI dengan Vanuatu.
Selama ini, Vanuatu sering kali menyampaikan isu-isu yang tidak benar mengenai pelanggaran HAM dan mengusik keabsahan penggabungan Papua ke Indonesia. Padahal jelas penggabungan Papua melalui jajak pendapat rakyat papua yanga merupakan resolusi oleh PBB.
Tidak pada tempatnya Vanuatu sebagai anggota PBB mempertanyakan resolusi tersebut. Masuknya Papua bukan hanya keputusan Indonesia tapi bagian dari resolusi PBB. Indonesia tegas mempunyai satu cara untuk melawan itu.

Peta Negara Kepulauan Vanuatu
Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Dalam perjalannya Vanuatu terus mendukung dan memberikan simpati terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Ancaman Jusuf Kalla harus menjadi sinyal keras kepada Vanuatu. Pasalnya, hanya dalam hitungan jam kekuatan militer TNI dapat meluluhlantakan teritorial Vanuatu. Kekuatan militer TNI sudah terasah dalam latihan tempur di kepulauan. Dilansir jakartagreater, Sabtu (12/5/2018), TNI cukup menurunkan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).
Kedasyatan prajurit PPRC terlihat dalam latihan saat memborbardir pasukan musuh di Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Sabtu 12 Mei 2018. PPRC yang diturunkan tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrat), Satuan Tugas Laut (Satgasla) dan Satuan Tugas Udara (Satgasud).

Pasukan TNI
Skenario latihan menyerbu Pulau Selaru, diawali dengan Satgasud yang melakukan Serangan Udara Langsung (SUL) ke daratan dengan menggunakan Pesawat Tempur F-16 dari Skadron Udara Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selanjutnya, Satgasla melaksanakan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dengan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 ke perairan Pulau Selaru.
Sementara itu, sebanyak 5 unit Tank Amfibi dan 12 Ran Ranfib diangkut menggunakan KRI Teluk Ende-517 dan Teluk Sampit-515 untuk memperkuat di daratan Tanjung Tuwau dan Teluk Lemiang. Untuk Satgasrat mengerahkan pasukan dari Yonif 431 Kostrad dengan kekuatan 110 Prajurit. Dengan penyerangan yang dilakukan oleh masing-masing satgas secara bersamaan tersebut, Pulau Selaru dalam hitungan jam berhasil diduduki oleh Prajurit PPRC TNI

sumber : http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/971983404053226?channel_id=103&host=http:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_iflow&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.2.0.1089&sver=inapppatch3&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2018-10-03_16.09.36&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=c1f8a37e-4d31-4d77-bf33-2ca3e064ef66&ucnews_rt=kLBSU2I&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAOfIMWeY9lPmXrBpW%2FSjmbyX7DF3IphIjBah0%2BGrg%3D%3D