Selama ini, jika orang menyebut pasukan elit TNI, yang terbayang mungkin hanyalah Kopassus. Padahal, setiap matra di TNI memiliki pasukan elitnya masing-masing. Jika Angkatan Darat memiliki Kopassus, Angkatan Laut memiliki Denjaka atau Detasemen Jala Mengkara.
Denjaka merupakan pasukan khusus angkatan laut yang terdiri dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Kehebatan Denjaka sudah diakui dunia. Mereka bahkan sering mendapat sebuatan sebagai hantu laut karena kemampuan tempur perairannya yang di atas rata-rata.
Pasukan ini bahkan digembleng di atas rata-rata pasukan lainnya. Materi pelatihannya sangat berat. Di antaranya adalah mengarungi selat dalam keadaan tangan dan kaki terikat, serta survival di laut dan daratan. Tak heran, tak banyak yang bisa anggota TNI AL yang bisa lulus menjadi anggota Denjaka.
Meski memiliki spesialisasi tempur laut, pasukan ini juga mendapat pembekalan untuk tempur darat dan penerjunan udara. Karena itu, meski berasal dari angkatan laut, pasukan ini juga dapat diandalkan di semua medan.
Dengan segala kemampuan itu, satu pasukan ini dianggap setara 120 pasukan TNI biasa. Sebuah penghargaan yang sangat istimewa tentunya.
playbro.top
Tentu ini menjadi kabar baik. Semakin banyak pasukan elit, semakin kuat TNI. Semakin kuat TNI, semakin jaya Indonesia.
Apalagi kini Indonesia dinyatakan sudah memiliki kekuatan militer nomor 15 di dunia dan nomor 1 di Asia Tenggara. Mungkin sudah saatnya kita masuk 10 besar bersama negara-negara besar lainnya.
Setuju?
Referensi:
jabar.tribunnews.com/2018/10/05/1-prajurit-disebut-setara-120-tni-biasa-inilah-denjaka-pasukan-elite-tni-al-yang-luar-biasa
http://idstory.ucnews.ucweb.com