Bakal calon presiden Joko Widodo enggan berkomentar lebih banyak perihal usulan penggunaan bahasa Inggris dalam debat pemilihan presiden 2019. Menurut Jokowi, sebagai warga Indonesia sudah semestinya harus menggunakan bahasa Indonesia, seperti yang dilansir dari www.cnn.com (29/9/2018).
Hal ini menanggapi pernyataan dari Ketua DPP PAN Yandri Susanto yang mengusulkan KPU menerapkan debat pilpres menggunakan bahasa Inggris. 

www.kompasiana.com
"Kita ini kan bangsa Indonesia, kita itu punya bahasa nasional, bahasa Indonesia," ujar Jokowi.
Jokowi tak berkomentar lebih lanjut atas penggunaan bahasa Inggris ketika debat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya tertawa saat disinggung balasan untuk adu 'ngaji' dalam debat pilpres, seperti yang dilansir dari www.cnn.com (29/9/2018).
"Hahaha, sudah ya..." katanya.
Rencana usulan menggelar debat capres dengan menggunakan bahasa Inggris disebut masih sedang didiskusikan di internal koalisi Prabowo-Sandiaga. Usulan ini pun dibalas oleh Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.

www.pinterpolitik.com
Menurut Karding, kubu Prabowo-Sandi sudah kehabisan bahan kampenye sehingga mereka mengusulkan untuk debat capres dan cawapres menggunakan bahasa Inggris. Karding menegaskan pihaknya juga bisa mengusulkan lomba salat dan mengaji jika tim Prabowo-Sandiaga bersikeras debat menggunakan bahasa Inggris